Dalil Menjenguk Orang Sakit dalam Islam

Penting bagi kita, untuk mengetahui dalil menjenguk orang sakit dalam Islam.

Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa menjenguk orang yang sakit adalah sesuatu perilaku kemanusiaan yang sangatlah baik.

Tidak membutuhkan sebuah dalil untuk berkehidupan bermasyarakat untuk ini.

Tetapi, dirasa perlu untuk mengetahui dalil tentang menjenguk orang yang sakit dalam Islam.

Menjenguk Orang Sakit

Tidak ada yang salah dengan aktivitas menjenguk orang sakit ini, terutama dalam Islam dan itu dianjurkan.

Ini semestinya berbalik kepada diri kita masing-masing.

Seandainya saja, kita sedang dalam keadaan sakit dan orang disekeliling kita enggan untuk menjenguk.

Lantas, apa yang akan kita rasakan?

Tentu rasa kesedihan, rasa kebosanan, itu sudah pasti ada.

Terlebih lagi, rasa patah semangat yang justru memperparah kondisi sakit kita itu.

Maka dari itu, secara logika dan manusiawilah untuk kita sama-sama berpikir bahwa menjenguk orang yang sakit itu adalah sesuatu yang harus senantiasa dilakukan.

Dalil Menjenguk Orang Sakit dalam Islam

Dalil yang akan dibagikan kali ini berasal dari sebuah hadis riwayat Bukhari, seperti:

حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ سِتٌّ وَذْكِرَ مِنْهَا : وَاِذَا مَرَضَ فَعِدْهُ وَاِذَ مَا تَ فَا تَّبِعْهُ ٠
(رواه البخارى ومسلم)

Hak orang Islam terhadap lainnya ada enam macam, diantaranya disebutkan: Kalau ia sakit, hendaklah berkunjung kepadanya, dan jika ia mati hendaklah diantarkan jenazahnya.

H.R. Bukhari dan Muslim

Dari hadis tentang dalil menjenguk orang sakit di atas, dapatlah kita pahami betapa indahnya kehidupan bermasyarakat yang diatur dalam Islam.

Mereka yang sakit menjadi perhatian bagi mereka yang sehat.

Begitu pula mereka yang telah berpulang ke Rahmatullah, menjadi tanggung jawab bagi sebagian yang lainnya untuk mengurus jenazahnya.

Sebaik-baik Menjenguk Orang Sakit

Semestinya orang yang menjenguk orang sakit menjaga tingkah laku dan perkataannya selama ia menjenguk itu.

Menjenguk orang yang sakit seharusnya melahirkan suasana baru yang sifatnya menghibur, atau meringankan beban orang yang sedang sakit.

Semestinya, dengan menjenguk orang sakit, paling tidak dapat membantu meningkatkan semangat bagi orang yang sakit.

Oleh karena itu, perhatikanlah tingkah laku dan perkataan.

Jangan sampai menjenguk orang yang sakit justru memperparah kondisinya.

Tinggalkan komentar