Larangan Menangis Karena Kematian

Kematian bukanlah sesuatu yang dapat dihindari. Tetapi, kita perlu mengenal larangan menangis karena kematian.

Kematian adalah hal yang pasti, dan tidak ada seorangpun yang dapat merubah takdir itu.

Kita semua tentunya akan menghadapi kematian.

Tangisan Saat Kematian

Tidak ada yang salah dengan diri kita, bila kita merasa sedih dan bahkan sampai menangisi orang-orang yang ditimpa musibah seperti kematian.

Rasa sedih itu tentu selalu ada.

Tetapi, selayaknyalah tangisan itu tidak lebih besar dari ingatan kita terhadap Allah SWT.

Ini semua adalah kehendak atas kuasa Allah SWT.

Sebab yang hidup, kelak juga akan berhadapan dengan kematian, bila masa itu sudah ditetapkan oleh Allah SWT.

Tangisilah orang-orang yang meninggal itu, karena itu manusiawi.

Tetapi ingatlah, bahwa kematian bukan semata-mata mati keseluruhannya.

Namun ia, hanya berpindah tempat ke alam yang selanjutnya.

Itu semua adalah kuasa Allah.

Jadi, jangan menghabiskan waktu untuk meratapi lebih jauh hal kematian yang dihadapi.

Tangisilah seperlunya, dan tetap lakukan kehidupan secara normal.

Dalil Larangan Menangis Karena Kematian

Memang benar bahwa kematian adalah sesuatu musibah yang benar-benar menguji kita dan itu membuat kita menangis.

Tetapi hendaknya memperhatikan dalil larangan menangis karena kematian berikut ini.

عَنْ عُمَرَ ابْنِ الْخَطَّابْ عَنِ النَّبِى صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : الْمَيِّةُ يُعَذِّبُ فِى قَبْرِهِ بِمَا نِيْحَ عَلَيْهِ ٠
(رواه البخارى ومسلم)

Dari Umar, R.A berkata, Rasulullah SAW bersabda: Orang mati akan tersiksa karena tangisan (rintihan) keluarganya, menurut tangisan (kalimat-kalimat rintihan) nya itu.

H.R. Bukhari dan Muslim

Hadir larangan menangis karena kematian di atas, memberikan gambaran bahwa tidak dianjurkan bagi orang-orang yang ditimpa musibah kematian sebaiknya tidak merintih akan musibah itu.

Rasulullah mengatakan bahwa rintihan itu akan membuat orang yang sudah meninggal merasa tersiksa.

Disinilah pentingnya ke-Ikhlasan pada diri setiap manusia.

Seluruhnya akan tetap kembali kepada sang pemilik, Allah SWT.

Tinggalkan komentar